0 2 min 4 bulan

MADIUN, LANUD ISWAHJUDI. Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan T., M.D.S., M.S.P., didampingi Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Mucthadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., meninjau kesiapan pembangunan infrastruktur strategis di Lanud Iswahjudi, Madiun. Selasa (20/1/2026). Peninjauan ini merupakan langkah penguatan pertahanan udara nasional yang sejalan dengan program percepatan modern alutsista TNI Angkatan Udara dalam mendukung operasional kekuatan udara nasional.

Setibanya di VIP Room Lanud Iswahjudi, Wamenhan RI beserta Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., beserta rombongan menerima paparan komando Danlanud Iswahjudi mengenai kesiapan pangkalan dalam mendukung pengoperasian pesawat tempur, rencana pengembangan fasilitas, dan sarana prasarana pendukung lainnya. Selain paparan Danlanud Iswajudi, Dandepohar 60 Kolonel Tek Lully Hermawan, S.T., menyampaikan beberapa fasilitas yang dimiliki dan kesiapan satuan serta rencana lokasi pergudangan.

Setelah menerima paparan mengenai kondisi dan rencana pengembangan Lanud Iswahjudi, Wamenhan RI bersama rombongan melaksanakan peninjauan lapangan diantaranya ujung Runway 35, Hanggar Skadron Udara 14 lama, Shelter Skadron Udara 14 lama, dan ujung Runway 17 Lanud Iswahjudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latih Kesiapsiagaan dan Tingkatkan Keterampilan, Lanud Iswahjudi Gelar Pelatihan Pendirian Tenda dan MCK Darurat Melatih kesiapsiagaan dan meningkatkan keterampilan personel, Lanud Iswahjudi menggelar pelatihan pendirian tenda dan pembuatan tempat Mandi, Cuci, Kakus (MCK) darurat di Kantor Dinas Teritorial Lanud Iswahjudi, Madiun. Kamis (21/5/2026). Pada kesempatan ini, Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Amades, S.E., yang diwakili Kasitahwildirga Lanud Iswahjudi Letkol Adm M. Teguh, S.E., menjelaskan bahwa karakteristik geografis Indonesia, khususnya Jawa Timur menuntut personel TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Iswahjudi untuk siap sedia menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi, di mana kecepatan dan ketepatan dalam memberikan bantuan. Salah satu hal sederhana namun berdampak, menurutnya adalah keberadaan tenda dan MCK darurat menjadi hal penting dalam membantu masyarakat apabila terjadi bencana alam atau keadaan darurat lainnya. “Tenda untuk tempat tinggal darurat dan MCK sebagai fasilitas sanitasi dasar dapat digunakan untuk keperluan membersihkan diri,” jelasnya. Untuk itu, lanjutnya, selama dua hari pelatihan diharapkan seluruh peserta yang terdiri dari personel Lanud Iswahjudi, Insub, dan Pramuka Saka Dirgantara Lanud Iswahjudi dapat mengikuti dengan penuh rasa tanggung jawab memahami materi yang disampaikan oleh staf Sathanlan Lanud Iswahjudi, dan jangan ragu untuk bertanya karena materi yang disampaikan sangaterguna untuk bekal masa depan dan bermanfaat bagi banyak orang

2 min 2 minggu