Sebanyak 42 mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melaksanakan study visit di Lanud Iswahjudi, Madiun. Rabu (23/9/2026). Mengusung tema “From Industry to Mission Readiness: Building a Sustainable Nation Defense Technology Ecosystem”, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara teknologi pertahanan, sistem operasi, pemeliharaan, hingga kesiapan misi.
Di Gedung ACMI Wing Udara 3.2 Tempur, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., bersama para pejabat Lanud Iswahjudi dan insub bertatap muka secara langsung dengan Dekan FTTP Unhan RI Bapak Prof. Henry Setiyanto, S.Si., M.T., beserta sivitas akademika sekaligus menjelaskan keberadaan berbagai satuan di wilayah Lanud Iswahjudi memiliki nilai strategis sebagai sarana pembelajaran lapangan bagi para mahasiswa.
Menurut Danlanud, kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh keberadaan pesawat tempur maupun kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi oleh kemampuan sistem secara menyeluruh dalam menghasilkan kesiapan operasi.
Lanud Iswahjudi, lanjutnya, bukan sekadar tempat berpangkalan dan beroperasinya pesawat tempur, melainkan salah satu subsistem kekuatan udara nasional yang berfungsi membangkitkan, mengoperasikan, mendukung, melindungi, dan mempertahankan kekuatan agar selalu siap digunakan.
Dijelaskan bahwa di wilayah Lanud Iswahjudi terdiri dari satuan operasi yang berada di bawah Wing Udara 3.2 Tempur yaitu Skadron Udara 3, 14, dan 15, serta satuan pemeliharaan yang berada di bawah Depohar 20, 60, dan 80.
“Manfaatkanlan kunjungan ini untuk melihat secara langsung satuan operasi dan pemeliharaan guna memenuhi data informasi yang dibutuhkan,” ujarnya seraya berharap hasil produk akademik nantinya ridak sekedar menjadi laporan saja, tetapi juga berkembang memberikan dampak nyata terhadap kesiapan operasi.
Sementara itu, Dekan FTTP Unhan RI menyampaikan bahwa kunjungan ke Lanud Iswahjudi memberikan perspektif penting bagi mahasiswa sebagai calon pengembang teknologi pertahanan. Setelah sebelumnya mempelajari kemampuan industri di PT INKA, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai perspektif pengguna dan operator, yaitu bagaimana teknologi pertahanan dikelola, dioperasikan, serta dipelihara hingga mampu menghasilkan operational readiness dan mission effectiveness.
Kolaborasi antara pengguna, akademisi, dan industri menjadi bagian penting dalam menciptakan inovasi pertahanan yang berorientasi pada kebutuhan operasional, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kemampuan pertahanan nasional.
Selanjutnya para mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk Mengunjungi satuan operasi dan pemeliharaan untuk bertanya dan berdiskusi dalam mengumpulkan data penelitian.








