0 3 min 1 minggu

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., resmi menutup pendidikan Konversi I/II dan membuka Transisi II Operational Conversion Unit (OCU) Pesawat F-16 Fighting Falcon di Hanggar Skadron Udara 14. Madiun (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan profesionalisme serta kesiapan penerbang tempur TNI Angkatan Udara.

Dalam sambutannya, Danlanud Iswahjudi menyampaikan ucapan selamat kepada Kapten Pnb Novi Dwi Handono yang telah menyelesaikan pendidikan Konversi I dan Kapten Pnb Adiesca Setiya Hutama Sastra yang telah menyelesaikan pendidikan Konversi II. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan, lanjutnya, bukan menjadi akhir dari proses pengembangan kemampuan seorang penerbang tempur.

Menurutnya, semakin lama berkecimpung di dunia fighter, seorang penerbang harus semakin menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari dan diperbaiki. Setiap misi, sortie, maupun pengalaman menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi penerbang yang lebih baik.

“Keep learning,” menjadi pesan utama yang disampaikan Danlanud Iswahjudi kepada para penerbang. Ia mengingatkan agar para penerbang terus mengasah kemampuan, tetap terbuka terhadap masukan, serta tidak merasa cukup dengan pencapaian yang telah diraih. Sikap rendah hati dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme seorang fighter pilot.

Pada kesempatan yang sama, Danlanud Iswahjudi juga memberikan arahan kepada para siswa pendidikan Transisi II OCU F-16, yaitu Letttu Pnb M. Hilmi Wiratama, Letttu Pnb Gregorius Bimo Ewa Dwigo, Letda Pnb M. Daffa Fakhriy, Letda Pnb Avif Agil Husein Al ‘Azis, dan Letda Pnb Adipraja Soesilo, untuk menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh, menghadapi setiap tantangan dengan keteguhan, pantang menyerah, serta menjadikan setiap evaluasi sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan.

Selain itu, apresiasi disampaikan kepada para instruktur dan seluruh personel yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, membentuk seorang penerbang tempur bukan hanya tentang menyelesaikan latihan penerbangan, tetapi juga meneruskan pengetahuan, pengalaman, standar, dan nilai-nilai profesionalisme dari satu generasi penerbang kepada generasi berikutnya untuk menjadi semakin baik.

Melalui pendidikan ini, diharapkan lahir penerbang F-16 yang semakin profesional, tangguh, dan siap menghadapi tuntutan operasi udara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *