0 3 min 2 hari

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paralayang Gelombang III Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 resmi dibuka di Bukit Watu Bayang, Kabupaten Madiun. Sabtu (8/8/2026). Sebanyak 13 peserta asal Kabupaten Bangkalan mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari upaya mencetak dan meregenerasi bibit-bibit atlet paralayang Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, Lanud Iswahjudi turut memberikan dukungan terhadap proses pembinaan calon atlet, khususnya melalui perhatian terhadap pendidikan, latihan, pendampingan, dan aspek keselamatan dalam olahraga dirgantara.

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., yang diwakili Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Amades, S.E., mengatakan bahwa diklat ini diharapkan mampu menghasilkan bibit-bibit unggul yang nantinya dapat membawa nama Jawa Timur di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Menurutnya, diklat ini merupakan langkah awal bagi para peserta untuk memperoleh lisensi PL 1 sekaligus membangun kemampuan dasar sebagai atlet paralayang. Ia menekankan pentingnya keselamatan selama proses latihan karena paralayang merupakan olahraga yang memiliki risiko tinggi. Peserta juga didorong untuk berkonsentrasi penuh, memahami materi yang diberikan instruktur, serta tidak ragu untuk bertanya agar setiap teori dapat diterapkan dengan benar saat praktik.

Senada dengan yang disampaikan Kadister Lanud Iswahjudi, Ketua Pengprov Paralayang Jawa Timur Bapak Arif Eko Wahyudi, S.E., M.M., menilai kesempatan mengikuti diklat tersebut harus dimanfaatkan peserta sebaik-baiknya karena program ini mendapat pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari dan membina generasi muda untuk menjaga keberlanjutan olahraga paralayang, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan selama mengikuti latihan, dengan harapan dari ke-13 peserta yang mengikuti diklat, diharapkan muncul calon-calon atlet yang nantinya mampu mengharumkan nama Bangkalan sekaligus Jawa Timur.

Pembinaan paralayang di Jawa Timur sendiri terus diarahkan untuk memperluas regenerasi atlet. Kadispora Jawa Timur Bapak Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, S.STP., M.Si., menyebut sekitar 50 orang telah mengikuti Diklat Paralayang sepanjang 2026. Selain mengejar prestasi, pengembangan paralayang juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata melalui konsep sport tourism.

Sinergi antara pemerintah daerah, Pengprov Paralayang Jawa Timur, Lanud Iswahjudi, instruktur, dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, sehingga peserta diklat tidak hanya mampu terbang, tetapi juga tumbuh menjadi atlet-atlet baru yang siap membawa nama Jawa Timur di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *