Dalam upaya menyamakan persepsi dan pemahaman mengenai kekuatan udara di lingkungan TNI Angkatan Udara, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kodiklatau) menggelar Sosialisasi Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa di Lanud Iswahjudi, Madiun. Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini merupakan sosialisasi tahap kedua setelah sebelumnya diselenggarakan di Markas Kodau I, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sosialisasi di Lanud Iswahjudi diikuti oleh personel jajaran Koopsau, Kodau II, Kodau III, Korpasgat, dan Koharmatau.
Saat membuka kegiatan secara daring, Wadan Kodiklatau Marsda TNI Benny Arfan, M.MP., MMDS., MSS., menyampaikan bahwa Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa disusun untuk menjawab perkembangan lingkungan strategis dan perubahan karakter peperangan modern, sehingga dapat menjadi pedoman bagi seluruh jajaran TNI AU dalam melaksanakan tugasnya.
Sementara itu, Dirdok Kodiklatau Marsma TNI Hendro Arief, S.Sos., M.Han., berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperoleh berbagai masukan dari satuan jajaran guna penyempurnaan doktrin di masa mendatang.
Pada sesi paparan, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., yang juga merupakan anggota tim kelompok kerja penyusun Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa menjelaskan bahwa revisi doktrin dilakukan sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global, perkembangan teknologi militer, serta perubahan karakter peperangan modern yang berlangsung semakin cepat dan kompleks.
Dalam paparannya, Danlanud Iswahjudi menjelaskan bahwa doktrin merupakan landasan konseptual yang memberikan arah bagi pembinaan dan penggunaan kekuatan udara. Oleh karena itu, penyusunan Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa dilakukan dengan memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, teori kekuatan udara, karakter peperangan modern, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa doktrin yang baru menegaskan kembali filosofi dan prinsip dasar kekuatan udara, peran kekuatan udara pada tataran strategis, operasional, dan taktis, serta berbagai kemampuan yang dimiliki TNI AU dalam mendukung pencapaian tujuan pertahanan negara. Doktrin ini juga menjelaskan strategi penggunaan kekuatan udara dalam Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang, serta strategi pembinaan kekuatan untuk mewujudkan TNI AU yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis.
Selain membahas aspek penggunaan kekuatan udara, paparan juga menjelaskan pentingnya membangun budaya air-mindedness sebagai landasan berpikir insan TNI Angkatan Udara dalam memahami karakteristik domain udara dan nilai strategis kekuatan udara bagi kepentingan bangsa dan negara. Melalui pemahaman yang sama terhadap doktrin, diharapkan seluruh jajaran TNI AU memiliki kesatuan cara pandang dalam membina dan menggunakan kekuatan udara untuk menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta yang hadir secara langsung maupun daring mengikuti sosialisasi dengan antusias. Berbagai tanggapan, masukan, dan pertanyaan disampaikan secara aktif, mencerminkan tingginya perhatian serta komitmen satuan jajaran TNI AU dalam memahami dan mengimplementasikan Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa sebagai pedoman dasar pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara.








